Judul buku :Fisiologi Manusia
Jumlah halaman : 378 halaman
Halaman resume : dari 129-158
Nama penulis : Drs. Soewolo, M.Pd. dkk.
Penerbit : Universitas Negeri Malang
Kota terbit : Malang
Tahun terbit :2005
SISTEM INDERA
Secara tradisi dikatakan bahwa manusia
memilik 5 indera yaitu peraba, pengecap, pembau, penglihatan, dan pendengaran.
Kenyataannya, setiap indera tersebut melibatkan beberapa sensasi yang lain.
Misalnya peraba melibatkan kemampuan mengenal panas/dingin, tekanan, dan sakit.
Oleh karena itu klasifikasi indera menjadi 5 kurang tepat mungkin lebih tepat
bila klasifikasi berdasarkan jenis reseptornya,, sehingga dalam pembicaraan
selanjutnya, klasifikasi indera akan ditekankan kepada jenis resesptornya.
Organ-organ indera merupakan satu-satunya
saluran komunikasi antara dunia luar dengan sistem saraf pusat. Proses
mengindera itu di mulai pada organ-organ indera, lebih tepatnya pada sel-sel
reseptor di dalam organ indera tersebut. Suatu reseptor dapat berupa :
1.
Bagian dari sel saraf aferen, misalnya ujung-ujung sel saraf
di bawah kulit
2.
Sel-sel khusus yang berhubungan baik dengan ujung periferal
sel-sel saraf aferen, misalnya sel-sel pengecap lidah.
Secara umum, setiap tipe reseptor sangat
sensitif terhadap satu jenis stimulus tertentu saja, yaitu stimulus khususnya
daripada stimuli yang lain. Misalnya reseptor-reseptor pada mata sangat
sensitif cahaya, reseptor dalam telinga sangat sensitif terhadap gelombang
bunyi dan reseptor panas pada kulit sangat sensitif terhadap energi panas. Kita
tidak dapat “melihat” dengan telinga atau “mendengar”dengan mata, dikarenakan
perbedaan sensitivitas reseptor terhadapa stimulus khususnya.
Sensasi (ekspresi sensoris) adalah
interpretasi otak terhadap impuls yang datang ke otak dari saraf sensoris. Pada
otak terdapat berbagai macam pusat sensasi yang akan memberitahukan tentang
sensasi tertentu kepada kita apabila pusat tadi menerima impuls dari reseptor. Misalnya pusat dingin akan memberikan sensasi dingin apabila
ada impuls sampai ke pusat tersebut.
Indera dikelompokkan menjadi indera umum
dan indera khusus. Termasuk indera umum adalah : rasa sakit, sentuhan ringan
(rabaan), tekanan, sensasi suhu dan propriosepsi. Reseptor sensasi umum dibagi
menjadi dua kelompok yaitu ujung saraf telanjang dan ujung saraf berkapsul.
Ujung saraf telnajang merupakan reseptor yang bertanggung jawab paling tidak
pada sensasi sakit, suhu, dan sentuhan ringan. Ujung saraf berkapsul merupakan
ujung saraf yang dibungkus oleh lebih dari satu lapis sel, dan merupakan
reseptor tekanan (badan pacini), sentuhan ringan (badan meissner) dan regangan
otot (muscle spindles) dan organ tendon golgi.
Indera khusus dilayani oleh reseptor
yang lebih maju, meliputi pengecap, pembau, penglihatan, pendengeran dan
keseimbangan. Reseptor pengecap terdapat di dalam kuncup pengecap, yang
terletak pada permukaaan atas lidah. Reseptor pengecap merespon terhadap 4 rasa
yang berbeda, yaitu rasa asin, pahit, manis, dan asam. Reseptor pembau terletak
di dalam langit-langit rongga hidung, pada bagian yang disebut epitelium
olfaktori, terdiri dari sel-sel reseptor dan sel-sel penyokong. Stimulus
reseptor olfaktori berupa gas atau uap suatu zat.
1.
Indera penglihat
Alat penglihatan berupa bola mata, yang
dindingnya terdiri dari tiga lapis , dari luar ke dalam adalah sklera, koroid, dan retina. Retina
tersusun atas empat lapis sel, dari luar ke dalam adalah :
1.
Lapisan berpigmen untuk menyerap cahaya
2.
Lapisan fotoreseptor
3.
Lapisan bipolar, dan
4.
Lapisan ganglion
Fotoreseptor merupakan modifikasi sel saraf. Ada dua tipe
fotoreseptor, yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang sensitif terhadap
cahaya remang-remang dan berfungsi untuk melihat benda pada tempat kurang
terang, sedangkan sel kerucut sensitif terhadap cahaya terang dan dapat
merespon warna. Ada tiga macam sel
kerucut, yaitu sel kerucut untuk warna
merah, biru dan hijau. Setiap fotoreseptor terdiri dari 3 segmen yaitu:
1. Segmen luar yang sensitif terhadap cahaya
2. Segmen dalam, dan
3. Ujung sinaptik, yang bersinapsis dengan sel bipolar
Di
dalam segmen luar fotoreseptor, terdapat fotopigmen yang sensitif terhadap
cahaya. Setiap fotopigmen terdiri dari protein yang bersifat enzim yang disebut
opsin yang berkombinasi dengan retinal suatu derivat vitamin A. Pada fotoreseptor
stimulus (cahaya) akan menyebabkan hiperpolarisasi. Bila molekul fotopigmen
menyerap cahaya, maka bagian retinalnya akan berubah bentuk, dan memicu
aktivitas enzimatik opsin yang menyebabkan tertutupnya saluaran Na+ pada segmen luar sebagai respon terhadap
aktivitas zat kimia duta internal kedua (internal second messenger), yaitu
cyclic GMP.
Pada
saat gelap, saluran pada sigmen luar ini justru terbuka,sehingga menghasilkan
depolarisasi yang dirambatkan ke ujung sinaptik, yang selanjutnya akan membuka
saluran CA++, sehingga CA++ masuk ujung sinaptik untuk
memicu dibebaskannya neurotransmiter ke celah sinaps. Karena neorutransmiter
ini bersifat menghambat, maka pada sel bipolar tidak terjadi impuls baru untuk
dirambatkan kepusat penglihatan, sehingga pada saat gelap tidak terjadi sensai
melihat.
2. Indera pendengar
Alat pendengaran kita adalah telinga, yang terdiri dari
telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar terdiri dari daun
telinga dan saluran telinga luar, yang berfungsi mengarahkan suara ke gendang
pendengaran. Telinga tengah terdiri dari gendang pendengaran dan tulang-tulang
pendengaran, yang berfungsi menghantar bunyi ke telinga dalam. Teling dalam
terdiri atas koklea, sakulus, utrikulus, dan kanalis semisirkularis.
3. Indera peraba
Rabaan ditentukan oleh dua mekanoreseptor yang secara anatomi
berbeda. Mekanoreseptor pertama terletak pada pangkal dari rambut kulit yang
merupakan ujung saraf (dendrit) telanjang yang membelit pangkal rambut.
Mekanoreseptor yang kedua adalah cawan merkel yang merupakan sel-sel kecil
berbentuk cawan pada ujung-ujung saraf telanjang, yang terletak pada lapisan
luar dari kulit dan menerima stimulus tekanan ringan pada kulit.
4. Indera pengecap
Pada manusia dan mamalia lain lidahnya mengandung kuncup-kuncup
pengecap yang merupakan reseptor untuk rasa. Kuncup-kuncup pengecap merespon
kepada empat rasa dasar, yaitu : manis, asam, pahit dan asin. Pangkal lidah
sensitif terhadap rasa pahit, bagian kanan dan kiri lidah sensitif terhadap
rasa asam, bagian samping depan sensitif terhadap rasa asin, dan ujung lidah
sensitif terhadap rasa manis.
5. Indera pembau
Reseptor pembau terletak pada langit-langit rongga hidung,
pada bagian yang disebut epitelium olfaktori. Epitelium olfaktori terdiri dari
sel-sel reseptor dan sel-sel penyokong. Sel olfaktori merupakan sel saraf yang
badan selnya terletak di dalam membran olfaktori. Dendrit sel saraf ini
menjulur ke permukaan membran, dengan ujung dendrit bersilia yang disebut
rambut olfaktori.
Stimulus reseptor olfaktori berupa gas atau uap suatu zat.
Bila uap suatu zat mengenai reseptor
olfaktori, maka pada reseptor tersebut akan timbul impuls yang diteruskan ke
pusat pembau di otak melalui saraf pembau.