Selasa, 03 November 2015

SISTEM INDERA

Judul buku           :Fisiologi Manusia
Jumlah halaman   : 378 halaman
Halaman resume  : dari 129-158
Nama penulis       : Drs. Soewolo, M.Pd. dkk.
Penerbit                : Universitas Negeri Malang
Kota terbit            : Malang
Tahun terbit          :2005

SISTEM INDERA
Secara tradisi dikatakan bahwa manusia memilik 5 indera yaitu peraba, pengecap, pembau, penglihatan, dan pendengaran. Kenyataannya, setiap indera tersebut melibatkan beberapa sensasi yang lain. Misalnya peraba melibatkan kemampuan mengenal panas/dingin, tekanan, dan sakit. Oleh karena itu klasifikasi indera menjadi 5 kurang tepat mungkin lebih tepat bila klasifikasi berdasarkan jenis reseptornya,, sehingga dalam pembicaraan selanjutnya, klasifikasi indera akan ditekankan kepada jenis resesptornya.
Organ-organ indera merupakan satu-satunya saluran komunikasi antara dunia luar dengan sistem saraf pusat. Proses mengindera itu di mulai pada organ-organ indera, lebih tepatnya pada sel-sel reseptor di dalam organ indera tersebut. Suatu reseptor dapat berupa :
1.     Bagian dari sel saraf aferen, misalnya ujung-ujung sel saraf di bawah kulit
2.     Sel-sel khusus yang berhubungan baik dengan ujung periferal sel-sel saraf aferen, misalnya sel-sel pengecap lidah.
Secara umum, setiap tipe reseptor sangat sensitif terhadap satu jenis stimulus tertentu saja, yaitu stimulus khususnya daripada stimuli yang lain. Misalnya reseptor-reseptor pada mata sangat sensitif cahaya, reseptor dalam telinga sangat sensitif terhadap gelombang bunyi dan reseptor panas pada kulit sangat sensitif terhadap energi panas. Kita tidak dapat “melihat” dengan telinga atau “mendengar”dengan mata, dikarenakan perbedaan sensitivitas reseptor terhadapa stimulus khususnya.
Sensasi (ekspresi sensoris) adalah interpretasi otak terhadap impuls yang datang ke otak dari saraf sensoris. Pada otak terdapat berbagai macam pusat sensasi yang akan memberitahukan tentang sensasi tertentu kepada kita apabila pusat tadi menerima impuls dari reseptor. Misalnya pusat dingin akan memberikan sensasi dingin apabila ada impuls sampai ke pusat tersebut.

Indera dikelompokkan menjadi indera umum dan indera khusus. Termasuk indera umum adalah : rasa sakit, sentuhan ringan (rabaan), tekanan, sensasi suhu dan propriosepsi. Reseptor sensasi umum dibagi menjadi dua kelompok yaitu ujung saraf telanjang dan ujung saraf berkapsul. Ujung saraf telnajang merupakan reseptor yang bertanggung jawab paling tidak pada sensasi sakit, suhu, dan sentuhan ringan. Ujung saraf berkapsul merupakan ujung saraf yang dibungkus oleh lebih dari satu lapis sel, dan merupakan reseptor tekanan (badan pacini), sentuhan ringan (badan meissner) dan regangan otot (muscle spindles) dan organ tendon golgi.
Indera khusus dilayani oleh reseptor yang lebih maju, meliputi pengecap, pembau, penglihatan, pendengeran dan keseimbangan. Reseptor pengecap terdapat di dalam kuncup pengecap, yang terletak pada permukaaan atas lidah. Reseptor pengecap merespon terhadap 4 rasa yang berbeda, yaitu rasa asin, pahit, manis, dan asam. Reseptor pembau terletak di dalam langit-langit rongga hidung, pada bagian yang disebut epitelium olfaktori, terdiri dari sel-sel reseptor dan sel-sel penyokong. Stimulus reseptor olfaktori berupa gas atau uap suatu zat.
1.     Indera penglihat
Alat penglihatan berupa bola mata, yang dindingnya terdiri dari tiga lapis , dari luar ke dalam  adalah sklera, koroid, dan retina. Retina tersusun atas empat lapis sel, dari luar ke dalam adalah :
1.     Lapisan berpigmen untuk menyerap cahaya
2.     Lapisan fotoreseptor
3.     Lapisan bipolar, dan
4.     Lapisan ganglion
Fotoreseptor merupakan modifikasi sel saraf. Ada dua tipe fotoreseptor, yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang sensitif terhadap cahaya remang-remang dan berfungsi untuk melihat benda pada tempat kurang terang, sedangkan sel kerucut sensitif terhadap cahaya terang dan dapat merespon warna. Ada tiga macam sel kerucut, yaitu sel  kerucut untuk warna merah, biru dan hijau. Setiap fotoreseptor terdiri dari 3 segmen yaitu:
1.     Segmen luar yang sensitif terhadap cahaya
2.     Segmen dalam, dan
3.     Ujung sinaptik, yang bersinapsis dengan sel bipolar
Di dalam segmen luar fotoreseptor, terdapat fotopigmen yang sensitif terhadap cahaya. Setiap fotopigmen terdiri dari protein yang bersifat enzim yang disebut opsin yang berkombinasi dengan retinal suatu derivat vitamin A. Pada fotoreseptor stimulus (cahaya) akan menyebabkan hiperpolarisasi. Bila molekul fotopigmen menyerap cahaya, maka bagian retinalnya akan berubah bentuk, dan memicu aktivitas enzimatik opsin yang menyebabkan tertutupnya saluaran Na+  pada segmen luar sebagai respon terhadap aktivitas zat kimia duta internal kedua (internal second messenger), yaitu cyclic GMP.
Pada saat gelap, saluran pada sigmen luar ini justru terbuka,sehingga menghasilkan depolarisasi yang dirambatkan ke ujung sinaptik, yang selanjutnya akan membuka saluran CA++, sehingga CA++ masuk ujung sinaptik untuk memicu dibebaskannya neurotransmiter ke celah sinaps. Karena neorutransmiter ini bersifat menghambat, maka pada sel bipolar tidak terjadi impuls baru untuk dirambatkan kepusat penglihatan, sehingga pada saat gelap tidak terjadi sensai melihat.
2.     Indera pendengar
Alat pendengaran kita adalah telinga, yang terdiri dari telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar terdiri dari daun telinga dan saluran telinga luar, yang berfungsi mengarahkan suara ke gendang pendengaran. Telinga tengah terdiri dari gendang pendengaran dan tulang-tulang pendengaran, yang berfungsi menghantar bunyi ke telinga dalam. Teling dalam terdiri atas koklea, sakulus, utrikulus, dan kanalis semisirkularis.
3.     Indera peraba
Rabaan ditentukan oleh dua mekanoreseptor yang secara anatomi berbeda. Mekanoreseptor pertama terletak pada pangkal dari rambut kulit yang merupakan ujung saraf (dendrit) telanjang yang membelit pangkal rambut. Mekanoreseptor yang kedua adalah cawan merkel yang merupakan sel-sel kecil berbentuk cawan pada ujung-ujung saraf telanjang, yang terletak pada lapisan luar dari kulit dan menerima stimulus tekanan ringan pada kulit.
4.     Indera pengecap
Pada manusia dan mamalia lain lidahnya mengandung kuncup-kuncup pengecap yang merupakan reseptor untuk rasa. Kuncup-kuncup pengecap merespon kepada empat rasa dasar, yaitu : manis, asam, pahit dan asin. Pangkal lidah sensitif terhadap rasa pahit, bagian kanan dan kiri lidah sensitif terhadap rasa asam, bagian samping depan sensitif terhadap rasa asin, dan ujung lidah sensitif terhadap rasa manis.
5.     Indera pembau
Reseptor pembau terletak pada langit-langit rongga hidung, pada bagian yang disebut epitelium olfaktori. Epitelium olfaktori terdiri dari sel-sel reseptor dan sel-sel penyokong. Sel olfaktori merupakan sel saraf yang badan selnya terletak di dalam membran olfaktori. Dendrit sel saraf ini menjulur ke permukaan membran, dengan ujung dendrit bersilia yang disebut rambut olfaktori.

Stimulus reseptor olfaktori berupa gas atau uap suatu zat. Bila uap suatu  zat mengenai reseptor olfaktori, maka pada reseptor tersebut akan timbul impuls yang diteruskan ke pusat pembau di otak melalui saraf pembau.  

Sabtu, 03 Oktober 2015

Artikel tentang mengapa rambut di kepala bisa tumbuh semakin panjang, sedangkan yang di badan biasa saja


Rambut di kepala mempunyai akar rambut yang membuat rambut tersebut tembuh terus menerus yang jika tidak dipotong akan terus panjang.
Coba perhatikan kalau rambut di cat maka pada suatu saat akan kembali ke warna semula karena bagian yang dicatnya terus terdorong oleh bagian baru yang tumbuh dari akar rambut.
Tapi rambut seperti di alis dan bagian tubuh lainnya tidak pernah panjang mencapai panjang yang dicapai rambut di kepala karena tumbuh bukan dari akarnya tapi rambut ini tumbuh dari bagian luarnya. Akibatnya hanya mencapai batas panjang tertentu.
Itulah sebabnya pertumbuhan rambut di kepala berbeda dengan rambut di bagian tubuh lainnya.
Selain itu rambut yang dikepala mempunyai akar rambut yang berhubungan dengan banyak pembuluh darah dikepala sehingga mendapat pasokan nutrisi yang memadai. Hal ini menyebabkan rambut dikepala tumbuh terus menerus.
Berbeda dengan rambut dibagian alis mata dan bagian tubuh lainnya pembuluh darah yang berhubungan dengannya sangat sedikit dibanding dengan rambut yang ada dikepala. Oleh karena itu, pasokan nutrisi pun lebih sedikit sehingga tidak dapat tumbuh sepanjang rambut yang dikepala.
Karena perbedaan nutrisi itu juga, umur rambut dapat mencapai 5-7 tahun, sedangkan umur alis mata tidak lebih dari 3-4 bulan. Dengan perbedaan tersebut menyebabkan rambut dapat tumbuh lebih dari 2 meter, sedangkan alis tumbuh tidak lebih dari 7-11 milimeter.